WIDYAWISATA KE HUTAN MANGROVE LEMBAR LOMBOK BARAT

02 Apr 2018

WIDYAWISATA KE HUTAN  MANGROVE

LEMBAR LOMBOK BARAT

            Pengalaman adalah guru yang baik. Begitulah kata-kata bijak yang sering kita dengar. Untuk itulah kami ingin mengajak anak-anak merealisasikan pembelajaran di kelas dengan pembelajaran di luar sekolah agar mereka mengetahui dan mengalami secara langsung dari pembelajaran yang diterima di dalam kelas. Dengan pengalaman secara langsung mereka akan lebih mengerti dan terkenang seumur hidupnya.

            Kali ini kami mengajak anak-anak kelas III, ke salah satu tempat wisata yang sekaligus tempat belajar, yaitu Hutan Mangrove yang berada di wilayah Lembar Lombok Barat. Pada Kurikulum 2013 Tema 6 : Indahnya Persahabatan, sub tema 2 : Tumbuhan Sahabatku, terdapat materi tentang Sabuk Hijau. Sabuk Hijau adalah tanaman bakau yang mengelilingi pantai untuk mencegah terjadinya abrasi (pengikisan tanah oleh ombak laut). Selain itu pada Tema 8 : Bumi dan Alam Semesta, sub tema 3 : Perubahan Permukaan Bumi,juga dipelajari tentang terjadinya abrasi dan cara mencegahnya.

            Pukul 07.30 kami berangkat dari sekolah menuju lokasi Hutan Mangrove. Dengan beberapa orang tua murid dan guru yang ikut serta mendampingi anak-anak sekaligus ingin mengetahui secara langsung manfaat dari Hutan Mangrove. Kurang lebih satu jam perjalanan, kami sampai di tempat tujuan. Anak-anak langsung kami ajak berjalan-jalan di sebuah jembatan tepi sungai.

Sepanjang tepi sungai ditanami pohon bakau. Anak-anak mengamati secara langsung pohon bakau, cara pembibitannya dan bentuk akarnya yang kuat sehingga dapat menahan tanah pantai dari kikisan ombak laut. Dengan rasa senang anak-anak belajar di alam. Apa yang sudah dipelajari di dalam kelas, mereka dapat mengamati sendiri.

            Setelah berjalan-jalan di tepi sungai, kami mengajak mereka  menaiki perahu menyusuri sungai yang indah dengan pohon bakau di kanan kirinya. Wah.....senangnya bukan main. Sambil rekreasi mereka bisa belajar banyak hal.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, mereka tidak hanya belajar dengan alam, namun mereka belajar memahami sifat dan karakter masing-masing teman. Ada yang tidak berani berjalan di atas jembatan, dan ada juga yang takut naik perahu, sampai ada yang tidak membawa makanan. Kami mencoba mengamati perilaku mereka. Ternyata banyak yang peduli dengan menghiburnya, menggandeng saat berjalan di jembatan sampai saling berbagi makanan. Bahkan ada beberapa anak yang memberikan makanan kepada ibu-ibu serta anak-anak yang berjualan di tepi pantai. Kami berharap dari kegiatan ini mereka memiliki sikap peduli terhadap sesama dan kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.

“Ilmu pengetahuan penting namun karakter tidak kalah pentinga”.

Oleh : Sri Rahayu Tunggal, S.Pd.