Berita
Seminar Sexual Behaviour (Kelas V - IX)
SD-SMP | 2015-11-13Seminar tentang Sexual Behavior bagi peserta didik kelas V SD sampai IX SMP telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 13 November 2015 pukul 07.30 – 10.00 WITA di Lantai 2 SKA Ampenan.
Pada seminar, dibahas materi seputar moralitas seksual dan kesehatan reproduksi yang mengungkapkan materi/pengetahuan tentang akibat pada kesehatan bila alat reproduksi tidak digunakan secara sehat dan seharusnya sesuai dengan firman Tuhan sehingga peserta didik yang telah memasuki usia remaja lebih peduli dan tanggap terhadap moralitas seksual dan kesehatan reproduksinya masing-masing.
Materi disampaikan langsung oleh dr. Harry Ratulangi yang masih aktif sebagai dosen dan dokter. Ia merupakan pimpinan klinik Griya Husada di Lawang-Kabupaten Malang dan Sumber Tresno di Kota Malang. Materi disampaikan secara blak-blakan tanpa ada keraguan sehingga peserta didik yang hadir sangat antusias memperhatikan penjelasan dokter. Tidak dipungkiri peserta didik usia 11-15 tahun merupakan usia anak memasuki masa remaja. Hormon reproduksi secara alami akan mulai dihasilkan dan alat reproduksi mulai matang.
Pelampilan fisik anak yang memasuki usia ini akan mengalami perubahan. Hormon testosterone pada anak laki-laki akan membuat bahunya menjadi lebar, dada menjadi bidang, tumbuhnya rambut di wajah, ketiak, dan kemaluan, munculnya jakun, serta berubahnya suara. Sedangkan hormon estrogen pada anak perempuan akan membuat tumbuhnya buah dada (payudara), pinggul membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan kemaluan, serta mengalami menstruasi (haid) setiap bulan. Hormon reproduksi selain menyebabkan timbulnya perubahan pada fisik anak juga membuat anak mulai tertarik dengan lawan jenis. Peristiwa ini lumrah dan alami terjadi pada anak remaja. Namun, orang dewasa dilingkungan anak yaitu guru dan orang tua jarang ada yang menjelaskan secara jelas dan gambling tentang masalah ini pada anak sehingga anak akan mencari informasi dari tempat lain yang sumbernya belum tentu aman dan tepat. Anak yang mencari informasi akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi karena menganggap masalah perubahannya pada dirinya adalah hal tabu.
Penyimpangan Sexual Behavior akan terjadi pada saat anak yang memiliki keingintahuan tinggi memperoleh informasi dari sumber yang tidak jelas dan tidak memperoleh pengarahan dari orang dewasa disekelilingnya. Seminar mengenai Sexual Behavior dinilai tepat untuk menjelaskan kepada peserta didik yang mulai remaja untuk lebih mengenal dirinya sendiri dan perperilaku yang sesuai dengan firman Tuhan.