Cerita di Balik MPLS Secara Daring 2020/2021 di SEKOLAH KRISTEN ALETHEIA AMPENAN

Oleh: Rusdi Arjiman

Untuk membuka tahun pelajaran 2020/2021 di SKA Ampenan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai hari Senin, 13 Juli 2020. Namun, MPLS kali ini tidak seperti biasanya karena berlangsung di tengah wabah pandemic Covid-19. Alhasil, sekolah menyelenggarakan MPLS ini lewat  online atau secara daring.

Meskipun penyelenggaraannya secara daring, tapi semangat siswa yang mengikuti MPLS ini tetap antusias dibuktikan dengan kehadiran dalam mengikuti meeting zoom setiap harinya. Bahkan, para siswa yang mengikuti zoom dari rumah memakai seragam sekolah dengan lengkap. Bagaimana cerita mereka dalam mengikuti MPLS secara daring ini. Seperti yang disampaikan oleh Kevin N. K. dari kelas 7A,  “Saya berterima kasih pada Tuhan. Walaupun tidak ke sekolah tetapi masih bisa bertatap muka dengan teman teman dan masih bisa mendengarkan penjelasan guru lewat online. Terima kasih kepada semua guru yang telah menyelenggarakan MPLS ini, saya telah mendapatkan pencerahan”.

Senada dengan Kevin, adalah Edward Mathew G. kelas 7B mengatakan, “MPLS secara daring (online) adalah sarana perkenalan antarsiswa, siswa dengan guru, sehingga persahabatan semakin terjalin. Kegiatan ini sangat berguna bagi saya karena dapat meningkatkan disiplin meskipun lewat online, karena harus taat terhadap aturan aturan selama mengikuti zoom”.

Begitu pula dengan Desak Ayudiasari kelas 7A mengungkapkan, “MPLS tahun ini sangat unik, tentunya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya walaupun tanpa bertatap muka langsung dengan teman-teman sekalian tetapi setidaknya sudah menghilangkan rasa kejenuhan saya di rumah selama pandemi Covid-19. Hal ini juga yang menyebabkan kegiatan MPLS yang seharusnya menjadi hari pertama lembaran baru dalam pendidikan. Bertemu dan bercekraman bersama teman – teman adalah hal yang paling dirindukan selain itu bertemu dengan Ibu dan Bapak guru di sekolah tentunya yang paling dirindukan oleh semua siswa/siswi disekolah. Selama masa MPLS dalam kondisi pandemi Covid-19 kami mengadakan MPLS dengan daring yaitu hanya bertatap muka melalui layar ponsel di karenakan kami harus mengikuti protokol kesehatan. Walaupun hanya dengan daring tetapi tidak mengurangi semangat saya dalam belajar dan mengikuti MPLS ini, banyak hal yang saya pelajari serta menambah wawasan saya terutama tentang kesehatan selama masa Covid-19  yang selalu harus diingat yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tentunya menggunakan masker disetiap kegiatan”.

Lain lagi cerita dari Evelyn Sanjaya dari kelas 7A menyampaikan, “MPLS secara daring (online) sangat menyenangkan karena bisa berkenalan dengan murid baru walaupun tidak secara secara langsung. Saya juga senang mengikuti kegiatan MPLS walaupun terkadang suara gurunya kurang jelas karena internet yang tiba tiba datang tiba tiba pergi. Di hari pertama mengikuti kegiatan MPLS, saya masih malu-malu walaupun di hari pertama hanya perkenalan guru-guru dan murid baru, tapi sayangnya waktunya hanya sebentar. Saya ingin lama-lama agar bisa mengobrol dengan teman-teman yang lain. Di hari ke dua sekolah mengundang dokter Sang Ayu Kompiyang Indriyani untuk memberi tahu kami seputar covid-19 dan di akhir sesi, dokternya memberi dua pertanyaan, pertanyaan pertama berapa lama yang baik mencuci tangan? Kakak kelas 8 menjawab 40-60 menit, dokternya bilang salah. Terus teman saya menjawab 40-60 detik. Nah,  ini baru benar. Lanjut ke pertanyaan ke dua, berapa meter jarak yang harus kita taati? Saya menjawab 1 meter kalau bisa lebih dan jawaban saya benar.  Saya dan teman saya mendapatkan hadiah pulsa”.

Banyak cerita yang membuat kita berbesar hati, meskipun di tengan keprihatinan karena pandemic ini. Seperti yang diceritakan oleh Nadine Hadinata kelas 7B, “Selama mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) ini, saya sangat terbantu karena dengan adanya kegiatan ini, saya menjadi lebih mengerti dan mengenal lingkungan sekolah. Walaupun, saya tidak dapat bertemu secara langsung dengan guru-guru dan teman –teman, tapi saya dapat mengenal guru-guru dan teman-teman baru melalui aplikasi zoom. Selama mengikuti kegiatan MPLS ini, saya mendapatkan materi-materi yang bermanfaat di antaranya perkenalan guru-guru yang mengajar di SMP, komitmen kelas, seminar kesehatan, etika berkomunikasi dan praktek pembuatan video kinemaster. Semoga kita tetap dapat saling mengenal lebih lagi, walaupun di tengah kondisi pandemi virus corona yang belum berakhir”.

Dilanjutkan lagi cerita dari Paranity Aryora kelas 7A, “MPLS secara daring  atau online cukup menyenangkan. Saya bisa bertemu dengan teman-teman saya meskipun secara online. Meskipun terkadang koneksi internet kurang lancar, tapi tidak masalah. Saya bisa menggunakan aplikasi Zoom untuk berkomunikasi dengan guru dan teman-teman secara online”.

Demikian pula dengan Sorenza N. Volckaert kelas 7A mengatakan, “Walaupun dengan menggunakan online  tetapi masih  dapat  menyemangati  atau  memotivasi  saya untuk  belajar Kembali. MPLS melalui Zoom juga menyenangkan, walaupun tidak seasyik bersama- sama di sekolah. Saya  sangat senang  dapat melihat Sekolah Aletheia dan  dapat  melihat  wajah teman-teman lagi. Saya   berterimakasih  kepada Bapak dan Ibu guru yang sudah  bekerja  keras  dalam proses  pelaksanaan program MPLS   untuk  anak-anak Aletheia”.

Beda lagi dengan G. A. Gayatri Agung P. Kelas 7A menyampaikan, “MPLS secara daring / online dirasa cukup menyenangkan, walaupun kami tidak berinteraksi secara langsung setidaknya kami masih bisa belajar dan berkomunikasi. Saya juga merasa kadang kesal, karena saat guru menjelaskan materi pasti suaranya kadang tidak jelas dan tidak dapat di dengar dengan jelas”.

Itulah, sebagian cerita yang kita dapatkan sebagai kesan anak-anak dalam mengikuti MPLS di tengah Pandemi Covid-19.  E U R E K A!!

Maju Terus Bersama SKA Meraih Prestasi Gemilang

foto