Serunya PJJ via Zoom di Sekolah Kristen Aletheia Ampenan

Rusdi Arjiman

Banyak pihak yang mengatakan bahwa aplikasi zoom adalah cara terbaik saat ini untuk melakukan kegiatan belajar dari rumah (BDR). Awalnya, banyak yang meragukan karena dikhawatirkan dapat merekam data pribadi yang tentu sangat rahasia. Namun, seiring pandemic yang tiada kunjung sirna, justru semua instansi atau lembaga baik pemerintah maupun swasta memanfaatkan aplikasi ini untuk kegiatan yang bersifat konfrensi.

Seperti halnya, di Sekolah Kristen Aletheia (SKA) Ampenan sejak awal sudah melaksanakan kegiatan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan aplikasi zoom ini. Dalam pelaksanaannya, PJJ via zoom di SKA Ampenan setiap kelas bervariasi, tergantung kesepakatan orang tua dengan pihak sekolah. Ada kelas yang menyelenggarakan zoom meeting dua kali semimggu atau satu kali dalam seminggu, bahkan ada kelas yang menyelengarakan zoom setiap hari. Kebijakan ini diambil karena mempertimbangkan kuota intrnet yang digunakan.

“Pihak sekolah pada dasarnya siap melaksanakan zoom setiap hari untuk seluruh kelas. Tapi, karena kami mempertimbangkan bahwa tidak semua orang tua siap bila zoom meeting diadakan setiap hari. Hal ini tentu berhubungan dengan masalah kuota internet yang dimiliki setiap orang berbeda, sehingga berdampak pada pelaksanaan PJJ via zoom dari beberapa kelas berbeda pula intensitasnya”. Demikian penjelasan Ibu Vironika Endras Bhairawati, S.Pd.  Kepala SD SMP Kristen Aletheia Ampenan pada suatu kesempatan menjawab usul saran dari pihak orang tua via online, sehubungan dengan perbedaan intensitas penyelenggaraan zoom meeting pada beberapa kelas.

Sekolah Kristen Aletheia Ampenan telah menyiapkan berbagai media belajar online selain lewat zoom meeting,  seperti aplikasi PaGuKu (Web SKA sendiri), Video Pembelajaran, Google Form, Kahoot, dan Quizziz.

“Tapi yang paling seru bagi guru adalah belajar lewat aplikasi zoom. Kita bisa bertatap muka bersama siswa walaupun di dunia maya. Bisa melihat wajah dan mendengar suara mereka yang menggemaskan. Kita juga jadi tahu, apakah mereka dalam keadaan sehat - sehat saja atau sebaliknya. Pokoknya,  yang paling seru sekarang ini adalah PJJ via zoom”, ungkap Ibu Ni Putu Supriyantiningsih, S.Pd. wali kelas  IVA dan sekaligus sebagai guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dan 7 serta pengampu mata pelajaran IPS kelas 4.

Setiap hari di ruang guru, suara bapak ibu guru yang membuka pelajaran via zoom terdengar penuh semangat. “Saya sebagai guru matematika merasakan pembelajaran via zoom sangat menyenangkan,  apalagi di masa pandemic ini. Aplikasi zoom boleh dikatakan sangat efektif dalam menyampaikan materi meskipun tidak langsung bertemu”, kata Ibu Ni Putu Krisna Pratami Putri, S.Pd. pengampu mata pelajaran Matematika kelas 6 dan 7 serta sebagai wali kelas VI B.

Senada dengan itu, Ibu Lamro Sitanggang, M.Th. wali kelas II B dan juga sebagai guru Agama Kristen di kelas 1, 2, 3, dan 5 menyampaikan pandangannya, “Memang saat ini kita lebih terbantu dengan aplikasi zoom ini. Dalam hal kita menilai sikap misalnya, kita langsung dapat melihat respon dan semangat mereka dalam mengikuti  zoom meeting yang kita adakan”.

Keseruan ini juga bisa kita lihat dari siswa ketika mengikuti zoom meeting.  Ada siswa yang tidak berani mengaktifkan video karena alasan malu dilihat wajahnya. Tapi, ada juga saat di tengah meeting tiba-tiba siswa izin ke toilet. Pada saat mengikuti zoom, siswa harus menggunakan pakaian seragam sekolah. Bila tidak menggunakan seragam, siswa tidak diizinkan mengikuti zoom. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) via zoom dapat memberikan suasana baru bagi siswa, terasa lebih dekat walaupun tidak bertatap muka di kelas. Seru, itulah suasana yang terasa.  EUREKA!!

Maju Terus Bersama SKA Meraih Prestasi Gemilang