Belajar ke Museum Tentang Artefak Masa Praaksara

Oleh : Rusdi Arjiman

Belajar ke Museum memang mengasyikkan. Di samping mendapatkan ilmu pengetahuan juga sekaligus sebagai rekreasi. Belajar mengenai artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya. Dari artefak ini kita mendapatkan informasi mengenai kehidupan manusia pada masa lampau. Mengetahui hal-hal mengenai kehidupan manusia masa lampau mendatangkan kesenangan tersendiri bagi jiwa kita. Di museum, kita secara langsung dapat melihat,mengamati, dan mempelajari benda-benda purbakala itu.

Seperti halnya, siswa-siswi kelas 7A dan kelas 7B SMP Kristen Aletheia Ampenan Kota Mataram pada hari Jumat, 17 Januari 2020 mengunjungi Museum NTB kaitannya dengan pem-belajaran Sejarah. Kunjungan ini dimaksudkan selain mendapatkan pembelajaran baru mengenai artefak juga sebagai kunjungan konfirmatif akan materi yang sudah dipelajari sebelumnya di dalam kelas. Dengan antusias, siswa-siswi mengamati benda-benda peninggalan prasejarah berupa fosil dan artefak. Seperti, salah satu contohnya adalah Nekara, yaitu benda peninggalan prasejarah yang terbuat dari perunggu berbentuk genderang atau tambur. Nekara ini berfungsi untuk upacara memanggil hujan dan mengiringi jenazah ke pemakaman.

Pembelajaran seperti ini harus terus dilakukan sebagai upaya mendekatkan siswa terhadap objek yang dibahas, sehingga antara teori dan kenyataan bisa sejalan sesuai yang dipelajari. Tidak itu saja, belajar di luar kelas sangat menyenangkan, dan materi pelajaran lebih mudah diterima oleh siswa. Kegiatan belajar di luar kelas dapat mengeksplorasi daya pikir dan diharap-kan mampu membentuk karakter siswa yang diperlukan di abad ke-21 ini. EUREKA!