Berbeda Tapi Tetap Satu

Oleh: Rusdi Arjiman

          Luar biasa. Itulah kata yang pantas diucapkan ketika melihat persiapan Lomba Kelas Bhinneka yang baru pertama kali ini diadakan di Sekolah Kristen Aletheia Ampenan.      Kesibukan nampak semakin meningkat menjelang H- 3,  yang pelaksanaannya jatuh pada hari Jumat, 8 November 2019. Lomba Kelas Bhinneka ini melibatkan peran orang tua berkolaborasi dengan anak-anaknya untuk merancang tampilan kelas yang kreatif, dari segi dekorasi maupun materi yang ditentukan sebelumnya oleh sekolah yang terdiri dari 7 item ( tentang pemerintahan, peta wilayah, ketampakan alam dan budaya, sandang, pangan, papan, dan kegiatan budaya) dalam wujud asli, gambar dan model tiga dimensi.

          Lomba Kelas Bhinneka adalah setiap kelas memilih satu provinsi yang ada di Indonesia, kemudian menampilkan kelasnya dengan nuansa provinsi yang telah dipilihnya itu.        Semuanya tentu menginginkan kelasnya menjadi yang terbaik. Siswa bersama orang tua bekerja keras untuk memenuhi semua kriteria penilaian. Kerja sama yang menumbuhkan rasa kebersamaan antara sesama orang tua wali murid, rasa kebersamaan antara siswa dalam satu kelas masing-masing, dan rasa kebersamaan antara orang tua dan anak.

          Seperti kelas 7A misalnya, memilih provinsi Sumatera Barat. Tentunya, kelas ini berusaha menampilkan nuansa Sumatera Barat dengan adat istiadat, budaya, masakannya yang khas “rendang”,  dan rumah adatnya yang terkenal  “rumah gadang”. Lalu, ketika penilaian berlangsung, team juri disambut dengan tari piring yang dibawakan oleh siswi-siswi kelas 7A sendiri. Team juri mengungkapkan kepuasannya dengan tampilan kelas 7A yang kental nuansa Sumatera Barat dengan suku Minangkabau beserta rumah adatnya  dalam bentuk dekorasi yang terpampang melekat di dinding kelas bagian belakang dengan teknik 3 dimensi. Dekorasi ini dikerjakan dengan kolaborasi orang tua dan siswa, khususnya orang tua dari siswa Edgar yang dibantu oleh siswa-siswi yang lain.

          Keseruan dalam mendekorasi kelas ini mendatangkan kebahagian tersendiri bagi orang tua maupun siswa, yang tentunya jarang terjadi di sekolah maupun di rumah. Lomba Kelas Bhinneka telah mewujudkan persatuan, kekompakan, dan rasa kebersamaan antara warga sekolah baik guru, orang tua, dan siswa itu sendiri.

          Lomba Kelas Bhinneka berawal dari ide kreatif kepala sekolah Ibu Vironika Endras Bhairawati, S.Pd. yang resah melihat kondisi remaja, khususnya pelajar di Indonesia yang sudah mulai luntur semangat nasionalismenya, kesadaran sebagai bangsa yang majemuk, cinta tanah airnya, serta kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, yang merupakan keniscayaan keberadaan kita di tengah bangsa dan negara Indonesia yang besar ini. Oleh karena itu, Lomba Kelas Bhinneka ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kesadaran sebagai bangsa Indonesia yang memiliki banyak suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat  yang berbeda-beda menyebar di setiap pulau, namun tetap bersatu di bawah untaian zamrud khatulistiwa Nusantara

          Sambutan serta dukungan luar biasa dari siswa dan orang tua dalam pelaksanaan program ini hendaknya menjadi motivasi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Kristen Aletheia Ampenan yang kita cintai ini. Maju terus. EUREKA!!!